AKSI NYATA
KEPALA SEKOLAH
KEPALA SEKOLAH
Mengenal diri dan peran sebagai pendidik
Menurut Ki Hadjar Dewantara dalam dasar-dasar pendidikan, maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiayaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyaraakat
lalu peran saya sebagai guru?
pern guru adalah , memberikan pengetahuan demi keterampilan hidup anak dalam mempersiapkan mereka untuk semua aspek kehidupan manusia, baik dalam kehidupan sosial maupun budaya dalam arti yang paling luas.
dan saya menjadi Guru seperti apa yang seharusnya ?
Guru yang dihormati, guru yang berbicara dengan lembut, guru yang selalu mendengarkan pendapat kita, atau guru yang selalu mendorong kita. Guru harus dapat beradaptasi dengan perubahan, seperti yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara, "pendidikan pada umumnya berarti upaya untuk memajukan pertumbuhan karakter (kekuatan batin), intelek (pikiran), dan tubuh anak."
MODUL 2: MENDIDIK DAN MENGAJAR
Pendidikan menyeluruh
Menurut Ki Hajar Dewantara, anak-anak tumbuh berdasarkan kemampuan alami unik mereka, dan pendidik tidak bisa mengubah padi menjadi jagung atau sebaliknya. Pendidikan bukan hanya tentang memberikan pengetahuan kepada siswa tetapi juga tentang mendidik keterampilan berpikir, mengembangkan kecerdasan batin. Pendidikan intelektual siswa harus dibangun sebaik mungkin, sebesar mungkin, dan selebar mungkin untuk mewujudkan kehidupan yang baik secara fisik dan spiritual. Setiap siswa memiliki kekuatan yang memerlukan "tuntutan" dewasa.
Pendidikan selama satu abad
Ki Hajar Dewantara mengusulkan perlunya sistem pendidikan yang humanis dan transformatif yang dapat menjaga perdamaian dunia. Dia memperkenalkan konsep "ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani."
Menjadi manusia utuh
Sebagai pendidik, guru dapat membantu siswa memahami kebutuhan fisik dan spiritual mereka untuk mencapai keseimbangan dalam hidup. Pendidikan atau tuntutan harus mampu memberikan "pendidikan fisik" dan "pendidikan spiritual" kepada siswa, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan penghidupan mereka.
Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah tempat penaburan benih-benih budaya yang hidup dalam masyarakat, dan usaha untuk memajukan perkembangan karakter, intelektual, dan fisik. Agar mencapai keseimbangan sebagai manusia, siswa harus dilatih dan diperkuat dalam kebutuhan spiritual mereka dalam keinginan dan penentuan tujuan belajar, mengembangkan kerjasama, membangun empati, menghargai orang lain, dan merefleksikan diri untuk mengembangkan diri mereka sendiri dan berkontribusi dalam lingkungan sosial.
MODUL 3: MENDAPINGI MURID DENGAN LENGKAP DAN MENYELURUH
Kodrat murid
Kodrat keadaan
Kodrat keadaan terdiri dari kodrat alam dan kodrat zaman. Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa "segala perubahan yang terjadi pada murid dihubungkan dengan kodrat keadaan, baik alam maupun zaman."
Kodrat alam
Merupakan kodrat yang berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana mereka berada. Sebagai guru, kita dapat membantu siswa dengan memberikan pembelajaran kontekstual. Guru berperan sebagai penghubung dengan sumber belajar mereka yang ada disekitar siswa atau di sekolah dan sumber belajar digital. Sehingga akan membantu mereka menguatkan kekuatan-kekuatan kodratnya.
Kodrat zaman
Merupakan bagian dasar pendidikan siswa yang berhubungan dengan "isi" dan "irama" pendidikan yang dinamis yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Asas trikon (Kontinyu, Konvergen, konsentris)
Pendidikan adalah suatu proses yang dinamis, pendidikan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi zaman, dan juga kondisi siswa.
Kontinyu merupakan pengembangan yang secara berkesinambungan, dilakukan terus-menerus dengan perencanaan yang baik. Budaya, kebudayaan, atau cara hidup bangsa itu bersifat kontinyu (bersambung tak putus-putus). Konvergen yaitu bersama bangsa lain mengusahakan terbinanya karakter dunia sebagai kesatuan kebudayaan umat manusia sedunia, tanpa mengorbankan nilai atau identitas bangsa masing-masing. Konsetris yaitu bersikap terbuka, tetapi tetap kritis dan selektif terhadap pengaruh kebudayaan di sekitar
Assalamualaikum Wr.Wb
Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah Yang Berbahagia.
Kepala Sekolah Memiliki Peran Sebagai Supervisor Pendidikan Bagi Satuan Pendidikan Yang dipimpin.
Oleh Karena Itu Kepala Sekolah Harus Memastikan Guru Mampu Memahami Berbagai Modul Pada modul Merdeka Belajar pada Platform Merdeka Belajar.
Berikut beberapa hal penting dalam pemahaman merdeka belajar diantaranya:
Mengenali dan memahami Diri sebagai Pendidik
Mendidik dan Mengajar
Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh
Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti
Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan.
Mohon bapak/Ibu Mengisi Form dibawah ini Sebagai Umpan Balik dari Aksi Nyata Kami
Silahkan Klik Link dibawah Ini
https://forms.gle/XKQjve6YNp5vFLWYA
Terima Kasih
Wassalamualaikum Wr.Wb